Kafe hingga Karaoke Harus Bayar Royalti Lagu dan Musik, Ini Besarannya

Author
Published April 24, 2022
Kafe hingga Karaoke Harus Bayar Royalti Lagu dan Musik, Ini Besarannya
Musik

Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Hak Milik Lagu dan/atau Musik. Peraturan tersebut menekankan pengelolaan hak cipta lagu dan musik untuk penggunaan komersial.

“Yang paling penting adalah mengatur penggunaan komersial. Kalau tidak komersial ya tidak apa-apa," kata Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, Freddy Harris, dalam konferensi video pada Jumat, 9 April 2021.

Menurut Peraturan tersebut, pihak yang wajib membayar royalti adalah orang perseorangan atau badan hukum yang menggunakan lagu/musik dalam bentuk pelayanan umum komersial, termasuk seminar dan konferensi komersial; Restoran, kafe, pub, bar, bistro, klub malam dan diskotik. konser; pesawat terbang, bus, kereta api dan kapal laut; Begitu juga dengan pameran dan bazar.

Selain bioskop. Nada tunggu telepon untuk bank dan kantor. toko; Pusat Hiburan Perusahaan Penyiaran. organisasi penyiaran; hotel, kamar hotel dan fasilitas hotel; dan bisnis karaoke.

Royalti yang ditarik dari pengguna komersial tersebut akan dibayarkan kepada pencipta atau pemegang hak cipta lagu dan/atau musik tersebut melalui Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN).

Karena tahun ini tidak ada teks tentang tarif royalti baru yang dikutip dari keterangan resmi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, maka besaran tarif royalti tetap mengacu pada Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor HKI (Kipminkumham). ). .2.OT.03.01-02 untuk tahun 2016.

Di bawah ini adalah tarif royalti untuk pengelola tempat dan jenis aktivitas

1. Tarif royalti penyelenggaraan seminar dan konferensi bisnis adalah Rp 500.000 per hari.

2. Tarif royalti untuk restoran dan kafe ditetapkan per kursi setiap tahun sebesar Rp 60.000 untuk royalti hak cipta dan hak milik terkait.

3. Tarif royalti pub, bar, dan bistro per meter persegi per tahun ditetapkan sebesar Rp 180.000 per meter persegi per tahun untuk royalti pencipta dan royalti hak terkait.

4. Royalti tahunan per meter persegi untuk klub malam dan diskotik ditetapkan sebesar Rp 250.000 per meter persegi per tahun untuk royalti pencipta dan Rp 180.000 per meter persegi per tahun untuk royalti hak terkait.

5. Biaya konser adalah 2 persen dari total penjualan tiket ditambah 1 persen untuk tiket gratis.

6. Konser gratis adalah 2% dari biaya produksi musik.

7. Besarnya royalti pesawat, bus, kereta api, dan kapal adalah jumlah penumpang dikalikan 0,25 persen dari harga tiket termurah dikalikan durasi musik dikalikan persentase tingkat penggunaan musik.

8. Galeri dan Bazar Rp 1,5 juta per hari.

9. Bioskop Rp 3,6 juta per layar per tahun.

10. Nada tunggu panggilan Rp. 100.000 panggilan telepon setiap tahun.

11. Bank dan Perkantoran Rp. 6 ribu per meter persegi per tahun.

12. Pemilik supermarket, pusat perbelanjaan, toko, distro dan salon kecantikan,

Gym, stadion olahraga, dan ruang pameran Jumlahnya adalah:

  • Aula pertama seluas 500 meter persegi akan dikenakan biaya Rp 4.000 per meter (untuk royalti penulis lagu) dan Rp 4.000 per meter (untuk hak terkait)
  • Ruang berikutnya seluas 500 m2 akan dikenakan biaya Rp 3.500/meter (untuk pendapatan komposer) dan Rp 3.500/meter (untuk royalti hak terkait)
  • Ruang 1000m2 berikutnya akan dikenakan biaya Rp 3000 per meter (untuk keuntungan komposer) dan Rp 3000 per meter (untuk hak properti terkait)
  • Ruang seluas 3.000m2 akan dikenakan biaya Rp 2.500 per meter (untuk royalti penulis lagu) dan Rp 2.500 per meter (untuk hak terkait)
  • Ruang seluas 5.000 m2 akan dikenakan biaya Rp 2.000 per meter (untuk pendapatan komposer) dan Rs 2.000 per meter (untuk hak milik terkait)
  • Ruang berikutnya seluas 5.000 m2 akan dikenakan biaya Rp 1.500 per meter (untuk pendapatan komposer) dan Rp 1.500 per meter (untuk hak terkait)

13. Pusat rekreasi 1,3% dari harga tiket dikalikan dengan jumlah pengunjung dalam 300 hari dikali persentase penggunaan musik.

14. Pusat hiburan indoor gratis Rp 6 juta per tahun.

15. Bagi pemilik hotel dan fasilitas hotel besarnya royalti adalah:

  • Jumlah kamar 1 sd 50 dikenakan royalti Rp 2 juta/tahun
  • Jumlah kamar 51 sd 100 dikenakan tarif royalti Rp 4 juta/tahun
  • Jumlah kamar 101-150 dengan tarif royalti Rp 6 juta/tahun
  • Jumlah kamar dari 151 hingga 200 kamar dikenakan tarif royalti Rp8 juta/tahun
  • Jumlah kamar di atas 201 dikenakan tarif royalti Rp. 12 juta / tahun

16. Resor, hotel eksklusif, dan hotel butik dikenakan tarif royalti total Rp 1,6 juta per tahun.

17. Untuk usaha karaoke perhitungannya sebagai berikut:

  • Karaoke tanpa kamar (aula) Rp 20 ribu per kamar/hari
  • Karaoke Keluarga Rp 12.000 per kamar/hari
  • Karaoke eksklusif Rp 50 ribu per kamar/hari

50 persen untuk hak cipta dan 50 persen untuk hak terkait.

  • Karaoke Cube (Stand) Akun hak cipta dan hak terkait adalah Rp. 300 ribu per kubik/tahun.

18. Penyiar menyumbang 1,15 persen dari pendapatan iklan atau biaya berlangganan pada tahun sebelumnya.

19. Radio nonkomersial dan RRI dikenakan tarif royalti Rp. 2 juta per bulan.

20. Penyiaran televisi adalah 1,15% dari pendapatan iklan atau

Biaya berlangganan untuk tahun sebelumnya. Dengan catatan, pembayaran kepada lembaga penyiaran televisi terbagi dalam tiga kategori, yaitu:

  1. Acara musik di TV royalti 100%.
  2. Program televisi informasi dan hiburan dikenakan tarif royalti 50 persen.
  3. Berita dan televisi olahraga, 20 persen.

21. Televisi nasional non-komersial dikenakan tarif royalti Rp. 10 juta per tahun dengan rekening distribusi Rp. 6 juta untuk hak cipta dan4 juta untuk hak terkait.

sumber: tempo.co


Posting Komentar

[ADS] Bottom Ads